Empati (Empathy)
Mari kita bahas lebih dalam lagi apa itu Prososial secara sederhana — dan contoh-contoh perilaku yang dapat kita lakukan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar kita. Apakah kamu pernah melakukannya?
Apa itu Empati?
Empati adalah kemampuan untuk membayangkan diri sendiri berada di posisi orang lain dan merasakan apa yang mereka rasakan.
Bayangkan jika tidak ada seorang pun yang memahami perasaanmu ketika kamu sedih, kecewa, atau mengalami kesulitan. Tentu kamu akan merasa sendirian.
Empati membantu kita:
Empati bukan hanya perasaan, tetapi juga tindakan.
- Mendengarkan dengan Penuh PerhatianSaat teman bercerita, dengarkan tanpa memotong pembicaraannya.
- Menghargai Perasaan Orang LainTidak meremehkan kesedihan, ketakutan, atau kekhawatiran yang dirasakan orang lain.
- Memberikan DukunganMemberikan semangat, perhatian, atau bantuan ketika seseorang membutuhkan.
- Menempatkan Diri pada Posisi Orang LainSebelum berbicara atau bertindak, cobalah bertanya pada diri sendiri: "Bagaimana perasaanku jika berada di posisi tersebut?"
- Menghindari MenghakimiTidak langsung menyalahkan atau mengejek orang lain sebelum mengetahui situasi yang sebenarnya.
Kadang seseorang sulit berempati karena:
Bayangkan setiap orang memakai "kacamata kehidupan" yang berbeda.
Seorang teman mungkin terlihat marah di kelas. Kita bisa saja menganggap dia kasar. Namun, bisa jadi ia sedang menghadapi masalah keluarga, sedang sakit, atau sedang merasa sedih.
Empati mengajarkan kita untuk:
Saat ini banyak komunikasi dilakukan melalui media sosial dan pesan singkat. Namun, empati tetap penting meskipun tidak bertemu secara langsung.
Contoh empati di dunia digital:
Seorang guru meminta murid-muridnya membawa sepatu bekas yang sudah tidak dipakai. Kemudian guru meminta mereka membayangkan kehidupan pemilik sepatu tersebut.
Ada yang membayangkan seorang pekerja keras yang berjalan jauh setiap hari. Ada yang membayangkan seorang anak yang harus membantu orang tuanya berjualan.
Dari kegiatan sederhana itu, para siswa belajar bahwa setiap orang memiliki cerita dan perjuangan yang berbeda.
- Menjadi pribadi yang lebih bijaksana.
- Memiliki lebih banyak teman.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi.
- Mengurangi sikap egois.
- Membuat orang lain merasa dihargai.
- Memberikan rasa aman dan nyaman.
- Membantu mengurangi kesedihan atau beban yang dirasakan.
- Mengurangi konflik.
- Meningkatkan kerja sama.
- Menciptakan suasana yang harmonis.
Setelah mempelajari materi ini, cobalah lakukan salah satu kegiatan berikut:
Lingkungan Keluarga
Empati dimulai dari orang-orang terdekat di sekitarmu.
-
Menenangkan orang tua Tidak merengek meminta barang mahal saat tahu kondisi keuangan orang tua sedang sulit.
-
Mendengarkan curhatan Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita saudara kandung yang sedang lelah atau sedih.
-
Inisiatif meringankan beban Langsung membantu menyapu rumah saat melihat ibu pulang kerja dengan wajah lelah.
Lingkungan Teman Sebaya
Teman-temanmu butuh kamu yang bisa memahami mereka.
-
Membela teman (Anti-Bullying) Menemani dan membela teman yang sedang dijauhi atau diejek oleh siswa lain.
-
Menghargai perbedaan pendapat Tidak menertawakan teman yang salah menjawab pertanyaan guru di depan kelas.
-
Peka saat kerja kelompok Memahami jika ada anggota kelompok yang rumahnya jauh dan kesulitan untuk kerja kelompok sepulang sekolah.
Lingkungan Masyarakat
Lingkungan sekitar adalah tempat kita berlatih menjadi warga yang peka dan peduli.
-
Menghormati hak tetangga Mengecilkan volume musik atau suara motor saat jam istirahat malam agar tidak mengganggu tetangga.
-
Peduli pada pekerja jalanan Memberikan air minum dingin atau masker kepada petugas kebersihan jalanan di siang hari yang terik.
Video Edukasi Empati
Ada yang ingin kamu lakukan?
Lakukanlah — jangan tahan. Mungkin akan ada seseorang yang jadi bahagia hari ini karena kamu.